Hubungi kami! 0427-2323334

Yuk, Taklukkan Diri Sendiri!



Aku ingin begini

Aku ingin begitu

Ingin ini ingin itu banyak sekali

Masih ingat lirik lagu Doraemon?

Lagu itu kok, mengena sekali, ya. Sadar kan, kalau kita sebagai manusia, punya banyak keinginan?

Bulan ini, kamu berencana membeli alat olahraga baru. Alasanmu, alat olahraga yang lama nggak enak digunakan. Padahal, selama barang itu ada, kamu hanya menggunakannya beberapa kali saja.

Wah, ada kamera tipe baru. Yang ini lebih asyik karena ada fitur wifi. Fitur ini membuatmu lebih mudah mentransfer foto ke internet, yang akan langsung diupload ke media sosial. Canggih banget, deh. Beda dengan kameramu yang lama. Kamu pun langsung ingin memiliki kamera itu.

Dengan penuh semangat, kamu langsung ke toko, untuk memenuhi keinginganmu memiliki barang-barang itu.

Keinginan?

Iya, “hanya” keinginan. Bukan kebutuhan.

Meskipun sebenarnya masih bisa pakai barang lama, kamu sangat menggebu-kebu pada barang baru. Keinginanmu tak bisa ditahan lagi. Kamu harus memiliki barang itu.

Untuk apa?

Untuk jadi kekinian.

Untuk kebanggaan.

Untuk kepuasan.

Ah, sayang banget uangnya kalau kamu hanya menuruti keinginan. Kalaupun kamu ada uang, bukankah bisa digunakan untuk hal lain yaang lebih penting?

Renungkan lagi, yuk! Boros banget kalau kamu hanya memuaskan keinginan. Seharusnya yang kamu pentingkan adalah kebutuhan. Kalau kebutuhan sudah terpenuhi, uang yang ada bisa kamu simpan. Bukan untuk menuruti keinginan yang (seringkali) tidak masuk akal.

Betul, di  dalam diri sendiri ada “monster” yang menguasai. “Monster” itu akan meronta-ronta bila tidak dituruti keinginannya.

Itulah musuh kita. Hal tersulit yang bisa kita taklukkan. Sulit bukan berarti tidak bisa.

Kalau “monster” itu datang lagi, kalau keinginan yang tidak masuk akal muncul lagi, cobalah berdiam diri. Jangan turuti.

Beberapa lama lagi, “monster” itu akan luluh. Jangan sampai kamu yang kalah.

Sulit, tapi kamu pasti bisa mengalahkan musuh terbesarmu.

Diri sendiri.


Komentar Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.